Ketahanan Pangan

Terdata jumlah Penduduk Desa Garunggung pada tahun 2021 mencapai 1.520 dengan 754 Jiwa Laki-laki dan Perempuan 766 Jiwa. Sebanyak 88% atau 900 Jiwa sebagai Petani Perkebunan dan pertanian lainnya. Sedangkan lainnya menjadi Pedagang, Aparatur Pemerintahan, TNI/Polrri dan Kerja jasa lainnya. Karena itu diperlukan ketahanan pangan, ekonomi dan lainnya untuk bisa menjadi Desa yang mandiri.

Sumber Ketahanan Pangan

  1. Beras

Beras di Desa Garunggung ditanam pada rawa kemudian disebut dengan sawah, selain ditanam pada lahan kering atau perkebunan masyarakat. Sebanyak persawahan 134 Ha dimiliki dan dikelola orang masyarakat Desa Garungung. 

Ada 2 Jenis Padi yang ditanam oleh masyarakat Desa Garunggung yaitu; bibit lokal dan bibit unggul. Bibit unggul dari tanam hingga panen memerlukan adalah 100 hari sedangkan bibit lokal 2 atau 2,5 kali lebih lama daripada bibit unggul. Namun sebagian besar karena kondisi cuaca dianngap tidak menentu maka Masyarakat menanm padi berbibit unggul.

Apabila luasan sawah yang ditanami padi 134 Ha, sedangkan dalam 1 Ha menghasilkan 100 Kg, maka Desa Garunggung dalam 100 hari (3 Bulan-an) menghasilkan beras bibit unggul hingga 10 Ton Beras. Dan apabila 1 Orang perbulannya mengkonsumsi dirata-ratakan 2 Kg beras, kemudian dikalikan 1.520 Jiwa makam Desa Garunggung setiap bulannya memerlukan beras 3.040 Kg/bln. Sedangkan jumlah yang dihasilkan 1.000 Kg/3 bulan atau 333 Kg/bulan, artinya kekurangan 2.707 Kg/bulannya. untuk mencukupi kekurangan pasokan beras tersebut masyarakat membeli pada pasar mingguan, toko terdekat atau para penjaja beras/sembako.


  1. Perikanan dan Peternakan

Terdapat 3 Kolam dengan hasil panen setiap 3 bulan masing-masing 3 Ton(3.000 Kg) ikan segar dan bila masing-masing orang mengkonsumsi ikan segar 1 Kg/bulan maka sebanyak 1.520 Jiwa memerlukan 1.520 Kg. Maka setiap bulannya kurang 1.550Kg pasokan ikan segar. Namun karena Desa Garunggung dialiri Sungai Tabalong dimana untuk mendapatkan ikan segar liar cukup mudah hanya dengan memancing atau metode tangkap ikan lainnya. Selain itu untuk kecukupan lauk-pauk dicukupi oleh peternakan tradisional dibeberapa masyarakat Desa Garunggung. Peternakan tradisional yaitu ayam kampung, ayam petelor, itik dan ternak lainnya untuk dikonsumsi lauk-pauk.


  1. Sayur-mayur

Beberapa warga menanam sayur mayur dipekarangan, diladang untuk dikonsumsi sendiri sedangkan untuk mencukupinya melakukan pembalian pada pasar Desa dan penjual keliling. Penanaman sayur oleh masyarakat adalah sampingan dari berkebun karet diDesanya.


Kesimpulan 

  1. Kesediaan Beras yang dipenuhi oleh persawahan di Desa Garunggun, yaitu 2.707 Kg/bulannya

  2. Kekurangan kesediaan lauk pauk hampir tidak ada karena selain dari adanya kolam, peternakan tradisional dan  keberadaan sungai Tabalong mendukung kecukupan lauk-pauk.

  3. kesedian sayur-mayur masih kurang karena sebagian lahan dijadikan perkebunan karet walau sebagian ada yang menanam sayur-mayur untuk konsumsi sendiri disaat tertentu.

  4. Untuk memenuhi segala kekurangan tersebut ditopang oleh penghasilan perkebunan dan lainnya untuk membeli kebutuhan yang diperlukan. Walaupun masyarakat terkesan konsuntif.